October 14, 2014

Task 3 (TYPES OF TRANSLATION)

According to Catford (1978: 21)
Based on the extent, the types of translation are:
            1) Full translation, it is a type of translation
            in which the entire SL text is reproduced by the TL text materials.
            2)  Partial translation, there are only some parts of the SL text to be translated into  the TL text.
Menurut Catford (1978:21)
Berdasarkan banyaknya, jenis-jenis terjemahan ada :
1.      Terjemahan penuh, ini adalah sebuah jenis terjemahan dimana keseluruhan teks sumber bahasa di reproduksi  oleh  teks materi bahasa terjemahan
2.      Terjemahan sebagian, ada hanya beberapa bagian dari teks sumber bahasa di terjemahkan ke dalam


   In terms of level, the types of translation are:
            1)         Total translation, the TL material replaces all levels of the SL text.
            2)         Restricted translation, it is the replacement of SL textual material with equivalent TL material at only one level; whether at the phonological level, graphological level, or at the level of         grammar and lexis.
Dalam hal tingkat, jenis-jenis terjemahan ada :
1)         Terjemahan total, materi teks bahasa terjemahan menggantikan semua jenis teks bahasa sumber
2)    Terjemahan terbatas, ini adalah penggantian teks materi bahasa  sumber yang sama dengan materi teks bahasa hanya pada satu tingkat, apakah pada tingkat fonologi, grafologi, atau pada tingkat grammar dan kosa kata.


  In terms of rank, translation is divided into:
            1)         Rank-bound translation, it means that the selection of TL text equivalent is   limited at only one rank, such as word-     for-word equivalence, morpheme-for-morpheme equivalence, etc.
            2)  Unbounded translation, it can move  freely up and down the rank-scale.
Dalam hal tingkat, terjemahan dibagi menjadi
1)     Terjemahan tingkat terikat, terjemahan ini berarti bahwa pemilihan teks bahasa terjemahan yang sama terbatas hanya pada satu tingkat, seperti kesamaan kata demi kata, morfem demi morfem dll.
2)      Terjemahan tak terikat, terjemahan ini dapat bergerak bebas naik dan turun skala tingkat.


According to Brislin in Choliludin (2007: 26-30)
  Based on the purposes of translation:
      1)         Pragmatic translation: it refers to the translation of a message with an          interest in accuracy of the information that was meant to be conveyed in the SL form and it is not conveyed with  other aspects of the original language version. Example: the translation of the           information about repairing a machine.

Menurut to Brislin dalam Choliludin (2007: 26-30)
            Berdasarkan tujuan-tujuan terjemahan :
1.      Terjemahan pragmatis: terjemahan ini mengacu sebuah pesan dengan kepentingan keakuratan informasi yang dimaksudkan untuk disampaikan ke dalam bentuk bahasa sumber dan ini bukan disampaikan dengan aspek-aspek lain dari versi bahasa asli. Contoh terjemahan informasi tentang memperbaiki sebuah mesin.

2) Aesthetic-poetic translation: it refers to translation in which the translator takes into account the affect, emotion, and feeling of an original version, the aesthetic form used by the original author, as well as any information in the message. Example: the translation of sonnet, rhyme, heroic couplet, dramatic dialogue, and novel.
2.  T erjemahan estetis-puitis: terjemahan ini mengacu pada penerjemahan dimana penerjemah mempertimbangkan perasaan, emosi, dan suasana versi aslinya. Bentuk estetis digunakan oleh penulis asli, serta semua informasi dalam pesan. Contoh terjemahan sonata, sajak, bait kepahlawanan , dialog dramatis, dan novel.


3)   Ethnographic translation: its purpose is to explicate the cultural context of the SL and TL versions. Translators have to be sensitive to the way words are used and must know how the word fits into cultures. Example: the use of the word ‘yes’ versus ‘yeah’ in America.
 Terjemahan etnografi, tujuannya adalah menjelaskan konteks budaya bahasa asli dan versi bahasa terjemahan. Penerjemah harus peka pada cara kata-kata yang digunakan dan harus mengetahui bagaimana kata yang cocok dengan budaya. Contoh: penggunaan kata ‘ya’ terhadap ‘ya’ di Amerika.


4)   Linguistic translation: is concerned with equivalent meanings of the constituent morphemes of the SL and grammatical form. Example: language in a computer program and translation machine.
Terjemahan linguistic: terkait dengan makna yang sama konstituen morfem bahasa sumber dan bentuk gramatikal. Contoh: bahasa dalam program computer dan mesin penerjemahan.


According to Jacobson in Leonardi (2000)
          1) Intralingual translation (monolingual translation), 2) interlingual translation (bilingual or multilingual translation), and 3) intersemiotic translation (verbal sign into non-verbal sign).
          Intralingual translation refers to a translation in which verbal signs are interpreted by means of other signs of the same language. It happens within the same language (monolingual)

Menurut Jacobson dalam Leonardi (2000)
1)      Terjemahan intralingual (terjemahan monolingual), 2) terjemahan interlingual (bilingual atau terjemahan multilingual), 3) terjemahan intersemiotik (tanda verbal menjadi tanda non-verbal)
Terjemahan intralingual, mengacu pada terjemahan yang tanda-tanda verbal ditafsirkan dengan cara tanda-tanda lain dari bahasa yang sama. Hal ini terjadi pada bahasa yang sama (satu bahasa)

          Interlingual translation is the one which refers to different languages whether it is bilingual or multilingual.
          Intersemiotic translation refers to an interpretation of verbal signs by means of other signs of non-verbal sign systems.
Terjemahan interlingual; adalah terjemahan yang mengacu pada perbedaan bahasa apakah itu bahasa bilingual atau multilingual
Terjemahan intersemiotik mengacu pada sebuah interpretasi tanda-tanda verbal melalui tanda-tanda lain dari sistem-sistem tanda non-verbal

Referensi
http://transvanilla.blogspot.com/2010/04/kinds-of-translation.html




October 01, 2014

Task 2 - Translation

The product translation is good, because it uses simple sentences.And it used literal translation. So everyone can know what it means if there's no indonesian translation. The english translation has the same meaning with the Idonesian translation. It looks simple. The English translation uses the good structure, it uses instruction sentences.

September 24, 2014

Definiton of Translation

Definition 2 (Catford, 1978: 20)
“Translation is the replacement of textual material in one language (SL) by equivalent textual material in another language (TL).”
Penerjemahan adalah penggantian bahan kata demi kata dengan bahan kata demi kata yang setara ke dalam bahasa lain.


Definition 3 (Larson, 1984: 3)
“Translation is transferring the meaning of the source language into the receptor language. This is done by going from the form of the first language to the form of a second language by way of semantic structure. It is meaning which is being transferred and must be held constant.”
Penerjemahan adalah pemindahan arti dari sumber bahasa ke dalam bahasa penerima. Hal ini dilakukan dengan mengubah dari bentuk satu ke bentuk kedua dengan cara struktur semantic. Pemindahan berarti yang sedang dipindah harus tetap.


Definition 4 (Newmark, 1988: 5)
“Translation is rendering the meaning of a text into another language in the way that the author intended the text.”
Penerjemahan adalah menterjemahkan arti dari sebuah teks ke dalam satu bahasa lain dengan cara yang penulis maksudkan dalam teks.


Definition 5 (Hawkes in Basnett-McGuire ,1991:13)
“Translation is rendering the meaning of a text into another language in the way that the author intended the text.”
Penerjemahan adalah menterjemahkan arti dari sebuah teks ke dalam satu bahasa lain dengan cara yang penulis maksudkan dalam teks.


Definition 6 (Sperber and Wilson in Bell (1991:6))
“Translation is the replacement of a representation of a text in one language by a representation of an equivalent text in a second language.
Terjemahan adalah penggantian dari penyajian sebuah teks dalam satu bahasa dengan penyajian dari sebuah teks yang setara dalam bahasa kedua.


Definition 7 (Toury in James, 2000)
“Translation is a kind of activity which inevitably involves at least two languages and two cultural traditions.”
Penerjemahan adalah suatu jenis kegiatan yang pasti melibatkan paling sedikit dua bahasa dan dua tradisi kebudayaan.


Definition 8 (Steiner in Choliludin, 2006: 5)
 “Translation can be seen as (co) generation of texts under specific constraints that is relative stability of some situational factors and, therefore, register, and classically, change of language and (context of) culture.”
Penerjemahan dapat dilihat sebagai turunan teks-teks dibawah batasan tertentu yang relatif tetap dari beberapa factor, dan karena itu, pencatatan, secara sederhana, perubahan bahasa dan konteks budaya

February 04, 2014

Istimewanya Jogjakarta










     Jogjakarta dab ! Siapa yang ngga tau kota pelajar ini ? Semua orang pasti kenal dengan kota ini, ya , Daerah Istimewa Jogjakarta ini dikenal dengan nama kota Pelajar. Seringkali aku menghabiskan liburan di Jogja bersama sahabat - sahabatku. Meskipun sudah seringkali ke Jogja , tapi tak pernah aku merasa bosan. Atmosfir di kota Jogja memang istimewa , berbeda dengan kota lainnya. Di mulai dari budayanya yang masih melekat di masyarakat hingga sampai banyaknya tempat wisata yang perlu dikunjungi. Tugu Jogjakarta , yang berada di tengah perempatan menjadi ikon kota Jogja itu sendiri. Seringkali orang berfoto disana, dan aku pun juga tak ingin kalah berfoto disana. Malioboro , semua yang pergi ke Jogja wajib mengunjungi Malioboro. Malioboro Simbol Destruksi Budaya Kebijaksanaan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, menjual berbagai kerajinan, dimulai dari pakaian , handicraft,dan lain - lainyang bisa dijadikan oleh oleh khas Jogjakarta. Saat di Jogja aku juga pergi menungunjungi Taman Sari yang dikenal sebagai “Master-piece”  Yogyakarta. Aku juga pergi ke daerah Gunungkidul. Aku mendengar cerita dari orang - orang yang katanya di daerah Gunungkidul tersebut memiliki 47 pantai yang berpasir putih. Tanpa berpikir panjang, aku langsung tancap gas pergi kesana. Dan setelah sampai disana, ternyata benar. Mulai kumasuki pantai Kukup , pantai Sundak , Indrayanti , dan Pok Tunggal . Pasirnya yang putih dihiasi dengan tebing, ombaknya yang dahsyat, bak seperti saya sedang berada di dreamlandnya Jogja. Selain itu saat sedang di Jogja, aku juga pergi ke Goa Pindul. Gua Pindul adalah salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan. Disana aku dan teman - temanku menyusuri goa Pindul dan rafting di sungai Oyo hanya dengan membayar Rp.55.000 saja. Airnya yang cukup dingin dan di tengah alam, sensasi petulangannya dapat dirasakan. Saat di Jogja juga aku pergi ke desa Kinahrejo yang merupakan desa tempat tinggal Almarhum Mbah Maridjan. Beliau adalah juru kunci merapi sampai beliau wafat pada tahun 2010 karena terkena awan panas atau sering disebut wedhus gembel pada erupsi terkahir Gunung Merapi pada akhir tahun 2010. Disana aku melihat bekas mobil yang terkena awan panas gunung Merapi tersebut. Banyak sekali wisata di Jogja yang belum aku kunjungi, dan aku akan pergi ke Jogja lagi untuk menikmati keistimewaan Jogja yang lainnya.

February 03, 2014

Golden Sunrise




     13 Oktober 2013 , it's an unforgettable day , why ? Karena pada hari itu aku dan 3 sahabatku berada di desa tertinggi di pulau Jawa ! Pada hari Sabtu, 12 Oktober 2013 , kami tanpa ada persiapan apapun sebelumnya , iseng untuk pergi ke bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa (2.350 m dpl), Bukit Sikunir merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan terbitnya mentari di ufuk timur. Oleh karena itu, sekitar pukul 15.00 kami berangkat dari rumah. Sekitar pukul 18.00 sampai Dieng, ban motor yang saya tumpangi bocor , dan beruntung sekali, kami bertemu dengan seorang penduduk desa yang kebetulan masih sebaya dengan kami. Dia menolong kami, menyuruh kami untuk ikut ke rumahnya , dan ban motor yang bocor tadi ditambal oleh teman orang yang menolong kami tersebut. Sambil menunggu ban motor ditambal, kami dijamu oleh orang yang menolong kami. Setelah selesai ditambal, kami berterima kasih dan mengajak orang tersebut untuk ikut dengan kami ke bukit Sikunir, ditambah lagi kami tidak tau jalan menuju Sikunir, sehingga orang itu benar - benar sangat membantu kami.
     Sesampai di parkiran, kami melanjutkan ke puncak bukit dengan berjalan kaki. Kami berjalan santai dengan menikmati alam sekitar. Kurang lebih 45 menit, kami sampai di tanah landai yang dekat dengan puncak. Kami segera mendirikan tenda dan membuat mie goreng dan minuman hangat untuk menghangatkan badan. Udara malam itu sangat dingin, setelah kami makan , aku iseng berjalan - jalan di sekitar untuk menikmati suasana bukit. Saat aku sedang duduk dengan sahabatku, ada 4 anak kecil mendirikan tenda di depan kami. Kutanyai mereka dan ternyata anak - anak kecil itu suka menghabiskan liburan di bukit Sikunir. Anak itu adalah penduduk daerah situ sendiri. Ya karena anak - anak itu supel dengan kami, jadi kami bergurau bersama. Anak yang baik yang mau bersahabat dengan alam di umur mereka yang kurang lebih sekitar 12 tahun.
     Pada malam itu di bukit Sikunir sangat ramai sekali, sekitar 500 orang ada di puncak bukit Sikunir tersebut untuk menikmati Golden Sunrise esok hari. Karena aku merasa lelah, aku memutuskan untuk mengakhiri malam yang indah tersebut. Esoknya sekitar pukul 4.30 , aku bangun dan segera berbenah. Sekitar pukul 5.00 , aku dan yang lainnya segera menuju ke puncak untuk menyambut kedatangan sang surya pagi itu. Cuaca pagi yang dingin menemani kami, orang - orang sudah siap dengan kamera di tangan untuk mengabadikan momen yang indah itu. Sekitar pukul 5.45 , muncullah sang surya dengan bundaran yang sempurna. Subhanallah , indah sekali surya itu menampakkan dirinya dengan warna jingga pekat bundar dan dengan background gunung prau dan Sindoro yang berdiri gagah di belakangnya. Pantas saja dinamakan Golden sunrise , memang benar benar sunrise bak golden yang berpijar. Aku segera mengabadikan momen - momen saat itu. Lelah dari rumah yang ku tempuh hingga sampai di puncak Sikunir, terbayar sudah dengan menakjubkannya Golden sunrise. Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan alam yang indah kepada kami para manusia yang hanya bisa mengagumi dan merawatnya..

Ekspedisi pertamaku 3145 mdpl




     Tanggal 18 dan 19 Mei 2013 dimana itu adalah hari pertama ekspedisiku mendaki gunung , yakni gunung Merbabu yang terletak di berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan,Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah. Aku dan para sahabatku mengikuti pendakian massal yang dilaksanak oleh para mahapala UNNES. Awalnya kita hanya berencana mendaki gunung Ungaran, tapi salah satu dari sahabatku menyuruh kami untuk ikut acara pendakian masal tersebut.
     Sabtu Pagi 18 Mei 2013 , kami berangkat menuju basecamp gunung Merbabu dengan truk, dan di perjalanan hujan deras mengguyur kami. Sesampai di basecamp, kami beristirahat sebentara untuk makan, sholat dan menyiapkan apa yang perlu disiapkan. Sekitar pukul 16.00, saya dan rombongan pendaki lain mulai mendaki, dan saat itu kami mendaki melewati jalur Selo. It's amazing, di sore itu cukup dingin , aku yang tak pernah mempunyai pengalaman mendaki gunung nekat saja untuk mendaki bersama dengan sahabat - sahabatku. Aku hanya optimis kalau aku bisa mendaki dan ingin sekali kujamah puncak Kentheng songo. 
     Langkah demi langkah sudah kurasakan , menjelang senja cuaca sedikit gerimis sehingga kami harus memakai ponco, dan tak lupa di dalam mulutku selalu kumakan gula jawa untuk menjaga staminaku , ya karena aku pendaki pemula. Pos demi pos kami lewati hingga sekitar pukul 22.00 sampai di sabana 2 kami mendirikan tenda disana. Malam dengan udara yang dingin menemani kami, dan tak lupa kami membuat mie goreng dan minuman penghangat badan. Aku sangat menikmati malam itu , dengan pemandangan lampu - lampu kota di bawahnya, aku senang menikmati malam itu bersama sahabat - sahabatku. Setelah cukup kenyang , saya melanjutkan untuk tidur karena esok sebelum fajar kami harus bangun untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak.
     Esoknya sekitar pukul 04.00 , kami bangun dan segera bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Suhu udara yang dingin tak mengalahkan semangatku untuk menuju puncak. Kulangkahkan kaki walau nafas sedikit sesak di pagi itu, hingga akhirnya aku sampai di puncak dan sang surya mulai menampakkan dirinya , oh , Lord , it's a beautiful view I've never seen. Aku berdiri diatas samudra awan. Ya , di puncak Merbabu , di atap Merbabu , di Kentheng Songo ini aku berdiri dengan memandang alam sekitar. It's wonderful , aku sangat mengagumi betapa indahnya alam Indonesia , alam ciptaan sang Maha Semesta, tak hentinya - hentinya aku mengagumi indahnya alam yang kulihat di puncak Merbabu. Dari situ aku bisa melihat gunung Merapi yang berada tepat di depan Merbabu , 2 gunung kembar yakni Sindoro dan Sumbing , indahnya Rawapening , dan semua pemandangan alam lainnya yang Maha pecah. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menciptakan lukisan nyataMu di bumi ini, alam Indonesia..

August 26, 2013

Friendship (?)

Sahabat ?
Ada yang bilang sahabat itu selalu ada.
Tapi dia tidak akan menjadi selalu ada kalu sudah menemukan tabatan hatinya (?)
If you know what I mean.
ya , sahabat.
Dia yang selalu ada dalam kesepianmu, keraguanmu, kesedihanmu, kebahagiaanmu.
Tak hanya itu , dia juga akan setia mendengarkan ocehanmu dan luapan hatimu
Tapi tak semua sahabat akan selalu berkilau bukan ?
Manusia memang punya karakter sendiri - sendiri
dia yang selalu baik kepadamu belum selalu baik
dia yang jahat kepadamu belum tentu selamanya jahat
yang berkilau kadang bisa memudar
yang gelap kadang bisa menyilaukan
Sahabat yang baik pun juga kadang akan melakukan hal bodoh dan buruk terhadapmu
dan kadang itu yang membuat persahabatan kalian hancur.
dia yang memelukmu kadang bisa menusukmu
dia yang memukulmu kadang bisa membelaimu
namanya juga hidup manusia
ngga akan bisa konsisten
ya itu tadi, manusia punya karakter sendiri - sendiri
oke kita memang membutuhkan sesosok sahabat
tapi bukan berarti sahabatmu adalah segala-galanya bukan ?
dia yang domba belum selalu domba
kadang dia bisa menjadi serigala
hidup manusia ngga akan pernah ada yang tau
skenario udah dibuat oleh Tuhan
tinggal manusia yang meranin perannya masing  masing
antagonis dan protogonis tergantung individu masing - masing
semua bisa berubah dengan berjalannya waktu
sahabat ? ngga selamanya sahabat
teman tak terlalu tipis tak terlalu tebal
itu aja...