13 Oktober 2013 , it's an unforgettable day , why ? Karena pada hari itu aku dan 3 sahabatku berada di desa tertinggi di pulau Jawa ! Pada hari Sabtu, 12 Oktober 2013 , kami tanpa ada persiapan apapun sebelumnya , iseng untuk pergi ke bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa
(2.350 m dpl), Bukit Sikunir merupakan salah satu spot terbaik untuk
menyaksikan terbitnya mentari di ufuk timur. Oleh karena itu, sekitar pukul 15.00 kami berangkat dari rumah. Sekitar pukul 18.00 sampai Dieng, ban motor yang saya tumpangi bocor , dan beruntung sekali, kami bertemu dengan seorang penduduk desa yang kebetulan masih sebaya dengan kami. Dia menolong kami, menyuruh kami untuk ikut ke rumahnya , dan ban motor yang bocor tadi ditambal oleh teman orang yang menolong kami tersebut. Sambil menunggu ban motor ditambal, kami dijamu oleh orang yang menolong kami. Setelah selesai ditambal, kami berterima kasih dan mengajak orang tersebut untuk ikut dengan kami ke bukit Sikunir, ditambah lagi kami tidak tau jalan menuju Sikunir, sehingga orang itu benar - benar sangat membantu kami.
Sesampai di parkiran, kami melanjutkan ke puncak bukit dengan berjalan kaki. Kami berjalan santai dengan menikmati alam sekitar. Kurang lebih 45 menit, kami sampai di tanah landai yang dekat dengan puncak. Kami segera mendirikan tenda dan membuat mie goreng dan minuman hangat untuk menghangatkan badan. Udara malam itu sangat dingin, setelah kami makan , aku iseng berjalan - jalan di sekitar untuk menikmati suasana bukit. Saat aku sedang duduk dengan sahabatku, ada 4 anak kecil mendirikan tenda di depan kami. Kutanyai mereka dan ternyata anak - anak kecil itu suka menghabiskan liburan di bukit Sikunir. Anak itu adalah penduduk daerah situ sendiri. Ya karena anak - anak itu supel dengan kami, jadi kami bergurau bersama. Anak yang baik yang mau bersahabat dengan alam di umur mereka yang kurang lebih sekitar 12 tahun.
Pada malam itu di bukit Sikunir sangat ramai sekali, sekitar 500 orang ada di puncak bukit Sikunir tersebut untuk menikmati Golden Sunrise esok hari. Karena aku merasa lelah, aku memutuskan untuk mengakhiri malam yang indah tersebut. Esoknya sekitar pukul 4.30 , aku bangun dan segera berbenah. Sekitar pukul 5.00 , aku dan yang lainnya segera menuju ke puncak untuk menyambut kedatangan sang surya pagi itu. Cuaca pagi yang dingin menemani kami, orang - orang sudah siap dengan kamera di tangan untuk mengabadikan momen yang indah itu. Sekitar pukul 5.45 , muncullah sang surya dengan bundaran yang sempurna. Subhanallah , indah sekali surya itu menampakkan dirinya dengan warna jingga pekat bundar dan dengan background gunung prau dan Sindoro yang berdiri gagah di belakangnya. Pantas saja dinamakan Golden sunrise , memang benar benar sunrise bak golden yang berpijar. Aku segera mengabadikan momen - momen saat itu. Lelah dari rumah yang ku tempuh hingga sampai di puncak Sikunir, terbayar sudah dengan menakjubkannya Golden sunrise. Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan alam yang indah kepada kami para manusia yang hanya bisa mengagumi dan merawatnya..




