








Jogjakarta dab ! Siapa yang ngga tau kota pelajar ini ? Semua orang pasti kenal dengan kota ini, ya , Daerah Istimewa Jogjakarta ini dikenal dengan nama kota Pelajar. Seringkali aku menghabiskan liburan di Jogja bersama sahabat - sahabatku. Meskipun sudah seringkali ke Jogja , tapi tak pernah aku merasa bosan. Atmosfir di kota Jogja memang istimewa , berbeda dengan kota lainnya. Di mulai dari budayanya yang masih melekat di masyarakat hingga sampai banyaknya tempat wisata yang perlu dikunjungi. Tugu Jogjakarta , yang berada di tengah perempatan menjadi ikon kota Jogja itu sendiri. Seringkali orang berfoto disana, dan aku pun juga tak ingin kalah berfoto disana. Malioboro , semua yang pergi ke Jogja wajib mengunjungi Malioboro. Malioboro Simbol Destruksi Budaya Kebijaksanaan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, menjual berbagai kerajinan, dimulai dari pakaian , handicraft,dan lain - lainyang bisa dijadikan oleh oleh khas Jogjakarta. Saat di Jogja aku juga pergi menungunjungi Taman Sari yang dikenal sebagai “Master-piece” Yogyakarta. Aku juga pergi ke daerah Gunungkidul. Aku mendengar cerita dari orang - orang yang katanya di daerah Gunungkidul tersebut memiliki 47 pantai yang berpasir putih. Tanpa berpikir panjang, aku langsung tancap gas pergi kesana. Dan setelah sampai disana, ternyata benar. Mulai kumasuki pantai Kukup , pantai Sundak , Indrayanti , dan Pok Tunggal . Pasirnya yang putih dihiasi dengan tebing, ombaknya yang dahsyat, bak seperti saya sedang berada di dreamlandnya Jogja. Selain itu saat sedang di Jogja, aku juga pergi ke Goa Pindul.
Gua Pindul adalah salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua
dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo,
menawarkan sensasi petualangan. Disana aku dan teman - temanku menyusuri goa Pindul dan rafting di sungai Oyo hanya dengan membayar Rp.55.000 saja. Airnya yang cukup dingin dan di tengah alam, sensasi petulangannya dapat dirasakan. Saat di Jogja juga aku pergi ke desa Kinahrejo yang merupakan desa tempat tinggal Almarhum Mbah
Maridjan. Beliau adalah juru kunci merapi sampai beliau wafat pada tahun 2010
karena terkena awan panas atau sering disebut wedhus gembel pada erupsi
terkahir Gunung Merapi pada akhir tahun 2010. Disana aku melihat bekas mobil yang terkena awan panas gunung Merapi tersebut. Banyak sekali wisata di Jogja yang belum aku kunjungi, dan aku akan pergi ke Jogja lagi untuk menikmati keistimewaan Jogja yang lainnya.